Sabtu, 01 Agustus 2009
LDKS..Go Green...Goes to Create Great Generation....!!!
bukan hal yang baru memang...tp, jd bagian yang mengatur jalannya sandiwara singkat selama kurang lebih 1 minggu itulah yang kira nya cukup melelahkan bahkan menguras pikiran, deuh...lebay...tp akhirnya..PUAS...ya...noe bersyukur...akhirnya LDKS berjalan lancar dan sukses...jd seksi acara ternyata gg mudah yah...ini jd pelajaran buat noe, cz biasanya noe cuma nyari link2...alias HUmaZ...tp kmrn ni...wew...serru jg...jd noe bisa ngerasain apa yg biasanya tmn2 di bag sie acara rasain...cie...haha....
sekedar info..hal yang menarik dari LDKS kmaren ntu.....trade mark panitia lewat yel2 aneh but ngeksis abizz....yg buat ntu partner noe...haha...(LFM alias Lillo)...
give me L......!..L....
give me D......!..D....
give me K......!..K....
give me S......!...S....
LDKS...LD..LD..KS....2x
LDKS..pancen Oye....
diramu dgn gaya panitia yg super jayyuz....but..no matter..hal ntu sangat berarti....
pengabdian selama msh da ksempatan di CM...apa sih yg nggak buat CM???...hhehe...
hmmm...ilmu ALLAH ntu luas...bahkan jika tinta 7 lautan pun digunakan tuk menuliskannya tak kan pernah cukup...
LDKS ini bersamaan waktunya dengan MABIS CMBBS 2009...94 calon siswa di'gembleng' biar gg kaget ngerasain hidup ngeboarding....BErsyukurlah kalian adik2-ku yg dapat bertahan di awal perjuangan menuju sukses di CM, but...it hasn't been enough..you'll face many problems that you've to solve them all by yourself...yah...masalah gg kan da habisnya...yg harus dilakukan adalah menjalaninya...
sekarang noe jadi kakak lagi...kakak tertua dalam tiga generasi yang kini menghuni CM..haha...
LDKS n MABIS...goes to create great generation....
Senin, 15 Juni 2009
One or Not Forever....
Which one You Choose…???
Sepercik harapan yang mengalun dalam sendi rautan kehidupan..terkadang hidup menawarkan pilihan-pilihan sulit yang menuntut kita guna menjadi insan yang bijaksana dalam hal apapun itu...MeMiLih....ada kalanya pilihan yang kita anggap sulit justru memberikan kita kemudahan melangkanh ke depan dan menjadikan kita lebih dinamis...Aku kembali dihadapkan pada dua pilihan, dan Allah benar-benar menunjukkan keHaribaan-Nya...
Selasa, 26 Mei 2009 menjadi saksi perjuangan para satria SMAN CMBBS dalam ajang lomba siswa berprestasi atau Lomba Siswa Teladan Tingkat Kabupaten Pandeglang, kesempatan ini tak elak menjadi tantangan tersendiri bagi Nurul Fajriah Afiatunnisa dan Boni Andika yang berkesempatan mewakili SMAN CMBBS dalam Lomba ini.Berbagai persiapan dilakukan kurang lebih satu minggu sebelum pelaksanaan diantaranya seleksi tingkat sekolah siswa kelas X dan XI, kemudian terpilih perwakilan satu siswa dan siswi berdasarkan hasil tes yang terdiri dari tes tertulis, pidato bahasa inggris, kesenian, keterampilan, dan mengarang bahasa Indonesia.
Selasa pagi sekitar pukul 07.45, kedua satria Madani (Nurul dan Boni) telah bersiap-siap untuk berangkat ke tempat perlombaan yang saat itu awalnya hendak dilaksanakan di SMAN 2 Pandeglang namun mendadak berubah di SMAN 6 Pandeglang tanpa pemberitahuan sebelumnya, jadilah acara yang seharusnya dimulai puku 08.00 karena beberapa peserta termasuk SMAN CMBBS tak mengetahui sebelumnya harus putar balik kendaraan dari SMAN 2 menuju SMAN 6, syukurnya kedua sekolah tersebut tidak begitu berjauhan hanya berjarak sekitar 700 meter.
Seluruh peserta berbaris di lapangan dan mendengarkan beberapa arahan dari panitia setelah acara pembukaan, seluruh kegiatan berpusat di tiap ruang kelas SMAN 6 Pandeglang dan antara peserta laki-laki dan perempuan dibedakan untuk tes tertulis dan mengarang sedangkan untuk tes lainnya yang dibedakan adalah pengujinya.
Setelah acara pembukaan dan pengarahan, seluruh peserta masuk ke ruangan masing-masing guna melaksanakn tes tertulis dan mengarang, waktu keseluruhan untuk tes tertulis dilanjutkan mengarang yaitu 135 menit kemudian peserta yang telah selesai tes keluar ruangan untuk melanjutkan tes berikutnya di ruangan lain yang telah disediakan, dalam hal pengujian, tiap peserta tidak berdasarkan nomor urut sehingga bagi peserta yang telah selesai tes sebelumnya dan sudah siap dapat langsung masuk ruangan untuk tes lanjutan, saat itu setelah tes tertulis dan mengarang, tes selanjutnya adalah wawancara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta pidato bahasa Inggris.
Boni Andika keluar ruangan lebih awal dibandingkan Nurul, ia mendapat kesempatan lebih dahulu dalam tes wawancara dan pidato lalu melanjutkan ke tes Kesenian, sedangkan Nurul yang keluar lebih akhir justru harus rela menunggu antrian hingga akhirnya ia mendapat kesempatan terakhir sebagai peserta dalam tes wawamcara dan pidato bahasa Inggris, meski sudah cukup lelah karena lama menunggu, namun Alhamdulillah saat ‘nomor 19’ nomor panggil Nurul Fajriah, dipanggil oleh penguji, rasa lelah terkikis dan pertanyaan bertubi dari juri dapat dijawab dengan lancar.
Lain Boni lain Nurul, setelah tes wawancara dan pidato selesai dilanjutkan dengan tes keterampilan membuat hasta karya, satria CMBBS kembali harus datang ke ruangan lebih akhir dari peserta lainnya karena tes sebelumnya yang memakan banyak waktu. ‘MINIATUR GARDEN ANGIOSPERMAE’ adalah keteramplan ilmiah yang dirancang oleh Nurul Fajriah, sedangkan ‘LAMPU MEJA ON CAP’ adalah rancangan hasta karya yang dibuat oleh Boni. Ketika masuk ruangan Keterampilan, penguji menyambut dengan berkata ‘oh, ini dari CMBBS, datangnya telat ya…sama seperti tahun kemarin ya…datangnya telat juga’. Meski demikian, para satria tak lantas putus asa apalagi melihat para peserta lain yang sudah mulai terlebih dahulu, saat itu terlihat salah satu peserta dari Daar El Falah yang tengah asyik menghias batang pohon buatan begitu megahnya, belum lagi peserta dari SMA Negeri lainnya yang begitu sibuk menyelesaikan hasta karyanya, ada yang membuat lampu hias, jam dinding dari bambu, gantungan kunci unik atau bahkan maket rumah-rumahan dari kertas berwarna, dan lain sebagainya, yang jelas peserta tingkat SMA sederajat saat itu mencapai 50 orang baik siswa maupun siswi.
Setelah tes Keterampilan ksatria CMBBS ini segera menuju ruang tes Kesenian. Boni yang Alhamdulillah telah menyelesaikan semua tes, karena setelah tes wawancara dan pidato ia langsung mengikuti tes Kesenian dengan bermain Saron. Menemani Nurul yang bermain Keyboard dengan menyanyikan lagu “When You Tell Me That You Love Me” dihadapan sang penguji.
Hari semakin gelap. Tiba saat yang dinanti-nanti. Pengumuman pemenang Lomba Siswa Teladan Tingkat Kabupaten Pandeglang Tahun 2009. Jam menunjukkan pukul 18.15 WIB. Juri mengumumkan siapa saja pemenang Lomba Siswa Teladan Tingkat SD dan dilanjutkan ke tingkat SLTP. Tiba pengumuman untuk tingkat SLTA.
Sementara itu urutan kedua putra ditempati oleh utusan dari SMAN 1 Pandeglang dan urutan ketiga oleh SMAN 2 Pandeglang. Adapun urutan kedua putri ditempati utusan dari SMAN 4 Pandeglang dan urutan ketiga dari SMAN 6 Pandeglang.
Alhamdulillah....Semoga ini merupakan hal terbaik yang Allah tunjukkan padaku....
Sabtu, 25 April 2009
FIFI (five point five) Fight For Improvement or Immortal?
wow...UN tlah selesai...leganya...
itulah secerca ungkapan kelegaan setelah pelaksanaan Ujian Nasional tingkat sekolah menengah atas yang dilaksanakan sejak 20 April hingga 24 April 2009. tampaknya UN bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan di Indonesia karena setiap tahun ujian ini serempak dilaksanakan di seluruh sekolah di Indonesia untuk mencapai target kelulusan SMA, bahkan Sekolah menengah pertama atau SMP sudah diberlakukan UN untuk menentukan Kelulusan mereka dari jenjang pendidikan tersebut.
Kontrofersi UN tak urung terjadi pada setiap pelaksanaannya, hal itu dikaitkan dengan tingginya tingkat ketidaklulusan para siswa. Stress menjadi hal yang menghantui para pelajar menjelang pelaksanaan UN bahkan tak sedikit kasus bunuh diri pelajar akibat UN.
akankah UN terus menjadi momok bahkan teror yang menghantui para pelajar Indonesia?
sebenarnya pemerintah mengadakan Ujian Nasional tidak lain adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia karena sebagaimana diketahui Indonesia adalah salah satu negara Asia Tenggara yang bertetangga dengan Malaysia, contohnya. Akan tetapi dapat dilihat kualitas pendidikan antara keduanya. Indonesia tertinggal dari negara tetangga Malaysia, padahal dahulu kala Indonesia dikenal sebagai negara yang bermutu pendidikan tinggi dengan eksistensi Guru dan staff pengajar lainnya namun selang beberapa tahun hingga kini dapat dilihat perbandingan yang nyata bahwa standar kelulusan atau nilai minimal yang menjadi standar kelulusan Malaysia lebih tinggi daripada Indonesia.
Ada apa dengan Kita...?
hmmm...sulit memang memecahkan masalah yang bisa dibilang cukup pelik dan memprihatinkan, Pendidikan yang seharusnya menjadi kebanggaan dan hal terdepan justru berubah menjadi momok menyeramkan dengan adanya UN. ini dapat dikatakan sebuah asumsi namun kenyataannya itulah yang terjadi.
Tidak seharusnya pendidikan dijadikan kambing hitam atas kegagalan pelajar dalam menjalankan ujian nasional karena sesungguhnya 3 tahun bukanlah waktu yang cepat apalagi lambat untuk menggali ilmu di strata sekolah menengah. siapakah yang harus disalahkan? pemerintah? Gurukah? atau para pelajar itu sendiri???
setiap orang memiliki asumsi berbeda akan hal ini, jelas ujian Nasional dilaksanakan guna meninjau hasil belajara siswa selama 3 tahun, pemerintah tidak bisa dipersalahkan seutuhnya dalam menanggapi hal ini, namun Guru tak ayal menjadi kambing hitam yang juga dipertanyakan eksistensinya karena Guru dituntut untuk dapat memberikan pendidikan dan pengajaran maksimal bagi siswanya sehingga mereka dapat dengan siapnya menghadapi Ujian Nasional.
lagi-lagi pemerintah...mengapa UnN harus diadakan sedangkan kualitas dan fasilitas tiap sekolah berbeda-beda? Suatu keberuntungan bagi sekolah yang berlokasi di Perkotaan yang memang terjangkau dari pengawasan pemerintah daerah khususnya, namun bagi sekolah-sekolah yang letaknya kurang strategis atau bahkan jauh dari pusat keramaian dengan tenaga pengajar terbatas bahkan kekurangan staff ahli, apakah adil jika UN "dipaksa" tetap terlaksana secara merata bagi seluruh siswa dengan menjadikannya standar kelulusan pelajar Sekolah menengah?
sungguh tak adil...kemampuan siswa berbeda...apakah pemerintah menutup mata mereka dengan begitu rapatnya sehingga tidak memperhatikan pelajar di daerah terpencil?...untuk apa UN menjadi standar kelulusan di INdonesia, sungguh pemerintah tidak berkaca mutu pendidikan di Indonesia sangat rendah sehingga tidak cukup hanya mengandalkan Un sebagai standar KElulusan pelajar menengah....dan lain-lain...
beribu komentar, kritik hingga cemoohan berhamburan guna mempertanyakan eksistensi UN sebagai standar kelulusan bagi pelajar sekolah menengah di Indonesia padahal sesunggunya UN adalah usaha pemerintah yang patut dihargai melihat kemampuan siswa Indonesia yang beraneka ragam maka pemerintahpun tidak langsung menetapkan standat kelulusan yang begitu tinggi tetapi bertahap dariyang paling rendah hingga tinggi, sekedar informasi bahwa tahun 2009 standar kelulusan naik dari 5.25 menjadi 5.5...
ups..sebenarnya tidak ada gunanya ditakutkan karena cepat atau lambat UN tiap tahunnya dilaksanakan...so..Ustadz Rizal pernah mengatakan bahwa kita harus yakin dan berpegang pada keyakinan AKU BISA....
A....Allah is Always in my heart....
K....Knowledge is the Power...
U....Undefeatable...
B....Be Convidence...
I.....Impression...
S....Spirit...
A....ACTION..
yah..nasihat memang mahal dan nampaknya mudah didapat namun mengapliksikannya dalam kehidupanlah yang terpenting...so..KEEP SPIRIT....!!!