Sabtu, 07 September 2013

"Ada Syurga Di Rumahmu " - ust. Ahmad Al Habsyi

judul kali ini terinspirasi dari judul bukunya ust. Al-Habsyi yang tgl. 5 September 2013 kemarin datang ke Ambon untuk bertausyiah dalam rangka HUT Kota Ambon yang ke 438, untuk warga muslimnya dgn beliau, utk yg nasrani di waktu dan tempat yang ebrbeda.

ceramah beliau memang tidak terlalu berat, lebih kepada mengajak umat untuk tidka membesar-besarkan perbedaan dan senantiasa meningkatkan imtaq karena Indonesia sedang krisis Iman dan Taqwa, krisis malu dan krisi moral, serta bertasbih dan bershalawat bersama.

atmosfer yang saya rindukan sebenarnya, kenapa? karena hampir 4 tahun disini, acara2 demikian itu jarang ada saya ikuti, hanya menonton saja di televisi, ust. Yusuf Mansur, ust. yg saya kagumi karena isi tausyiahnya yang berbobot dan begitu aplikatif karena beliau juga seorang hafidz quran.

maksudnya judul itu apa? jadi pada kenyataannya manusia itu banyak yang lupa....dan seringkali hanya mengejar syurga yang jauhhhhh...padahal syurga yang dekat mereka lupakan. contoh: orang kaya bersedekah sana sini, naik haji berkali-kali, tapi terhadap org tuanya? belum ada bakti yang berarti. ada lagi, saat orang mendapat gaji pertama pekerjaannya misalnya, bukannya terlebih dahulu bersedekah pada org tuanya malah sibuk mentraktir orang lain. dan lain sebagainya.

tidak disalahkan memang, tapi alangkah baiknya kita memuliakan dulu orang-orang terdekat kita, apalagi org tua, masyaalloh....

saya tersentak, bathin saya tersentuh juga,,apakah saya sudah termasuk di dalamnya? apakah saya sudah mendapatkan syurga yang dekat itu?? Allohu a'lam...saya masih jauh dari itu, saya masih banyak dosa, khilaf...dan saya jd ter"warning" untuk jadi lebih baik lagi...

4 september 2013, saya alhamdulillah diundang mengisi acara di Walikota juga, dan saya bertemu ust. Nasrudin, beliau Doktor dari jakarta yang sudah 14 tahun tinggal di Ambon,, sesaat sebelum acara dimulai, beliau tiba2 saja seperti hadiah dari Alloh,,wasilah yang memberikan pencerahan pada saya,,karena jujur saja hati saya sedang campur aduk saat itu, tapi saya dituntut harus profesional...pesan2 beliau yang saya ingat :

" kita semua ini tinggal di bumi Alloh de, dimana-maan sama. bahkan mungkin inilah kemauan Alloh kita yang sekarang, apapun itu, Alloh itu Maha Tahu, barangkali ada sesuatu, rahasia yang Alloh simpan sebagai hikmah dan kelak akan kita syukuri atau dustakan...."

"hidup itu dinamika, penuh romantika, dan urusan dunia pada dasarnya sangat kecil dibanding urusan akhirat,,jadi jika mendapatkan ujian apapun itu,,yang selalu saya tanamnkan dalam diri saya adalah bukan keluhan, tapi mencoba husnudzon,,dengan mengucap: Hadiah apa lagi yang akan Engkau berikan Ya Alloh melalui ujianMu ini??"

kemudian beliau melanjutkan cerita pengalaman rohani beliau yang sangat tidak terduga,,iya,,,rezeki Alloh itu luas dan klo kita bersyukur bahkan datang dari arah tak terduga dan tidak terhitung... (........min haitsu laa yahtasib)

tanpa saya saddari air mata saya jatuh,,saya coba tahan agar tidak sampai menangis... kata2 beliau terdengar biasa,,tapi saat itu,, cara beliau yang begitu bijak menyampaikan dan begitu menyentuh hati saya,,karena sangat tepat dengan kondisi saya..iya..alhamdulillah,,saya bersyukur dipertemukan dengan beliau hari itu. saya mengambil hikmah utk makin berbenah diri saja....

contoh simpel,,,yang saya alami sekarang...disaat orang yang saya sangat sayangi dan saya harapkan menjadi pendamping kelak justru meninggalkan saya, artinya cinta saya tak berbalas dan hanya bertepuk sebelah tangan...itu pasti ada hikmah dan pembelajaran didalamnya,,serta ujian.... dan saya harus berusaha bijak menghadapinya, kemudian apa yang harus saya lakukan??

satu minggu ini saya selalu teringat,,,susah melupakan,,tapi saya hanya bisa berdoa, karena tidak ada lagi yang saya bisa lakukan...
awalnya saya ingin menunggu dan menunggu...tapi rasanya hati saya sakiit...karena orang yang saya tunggu tidak juga kembali...Allohu a'lam...mungkin membiarkannya dan mengikhlaskannya meninggalkan saya adalah yang terbaik,,dia lebih bahagia dengan jalannya, dan mudah2an lebih tenang.... saya tidak berfikir apapun lagi,,,entah apa alasan sebenarnya dia begitu...saya sudah berjanji pada diri saya untuk tidak suudzon dan mengkhawatirkan yang belum tentu benar....jadi,,saya hanya harus melanjutkan hidup saya dan mengikhlaskannya meninggalkan saya walau sulit,,,berhenti menunggu orang yang tidak mau ditunggu Nurfa,,,berhenti menyiksa dirimu sndiri dgn penantian tak berbalas,,,biarkan dia bahagia dengan jalannya dan kamu lanjutkan hidupmu!! kuatkan hamba ya Robb... :"")

saya ingin meraih ridho Alloh baik di rumah maupun di luar,,,saya ini manusia dho'if yang masih harus belajar, ikhtiar,, sabar, kontrol diri jadi lebih baik...masalah hati saya...biarlah sekarang Alloh yang Maha Tahu dan Maha menyembuhkan...

Tidak ada komentar: